Posts

Kembali

Image
Jauh sebelum meminta Aku tegar menerima Jauh sebelum menerima Aku tidak pernah berdusta Seolah diri ini tidak dianggap Seolah diri ini mati dalam sekejap Menunggu kau yang tak kunjung datang Kau yang tak kunjung pulang Kembali Kembali ke sini Bersamaku Sampai akhir hayat nanti

Hilang

Image
Sebuah rasa telah hilang Sebuah rasa telah musnah Kenyamanan butuh kenyamanan Sudah dibangun namun runtuh Sudah dibangun namun rubuh Hilangnya zona kenyamanan Hilangnya zona kedekatan Menarik diri Membuat ruangan sendiri Sepi Mengunci rapat pintu hati Merantai diri di lingkaran ilusi

KAMI TERTANGGU!

Image
suarahujanderas , https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170123/raindrop-wallpapers-for-desktop-8-8f4e86049df211eb4d62c2ec61f055ba.jpeg Seolah tak punya arti Seolah menusuki hati dengan tombak api Rintik hujan menggeram marah Menangis sedih, berteriak memaki Bambu menjadi saksi Langit padam menjadi tanda kusam Turun untuk hal yang tak logis Turun untuk hal yang menurutku bengis Tak punya rasa kemanusiaan Hanya menyulut emosi tanpa berpikir konsekuensi Untuk apa berteriak hanya untuk memperkuat dinding mental? Untuk apa berteriak hanya untuk mencari jawaban? Berisik! Kami tertanggu! Sungguh sakit melihat manusia yang tak memiliki rasa Sungguh sakit melihat kawan diperlakukan seperti hewan Mendengar auman singa yang tak punya arah Mendengar auman singa yang menusuk sampai berdarah Kami marah! Kami tertanggu! Suara hujan deras yang semakin memanas Tangisan akibat auman singa membuat kami marah Menembus, Mengambil alih, Lalu terjatuh Dan Gel...

Sekarang Jauh

Image
Kesendirian yang tak diinginkan Kesepian yang tak diharapkan 24 jam manusia hidup 24 jam pula manusia dihantui rasa takut Kesengsaraan yang mendekat Kegelisahan yang menguat Beribu kata tak bisa terucap Beribu tetes air mata yang mampu mengungkap Perih yang teramat sakit Kenyataan yang begitu pahit Waktu direbut Kematian merenggut

Marah

Image
Aku bukanlah seseorang yang disukai banyak orang Aku bukanlah seseorang yang berani untuk mengambil rintangan Aku bukanlah seseorang yang teguh dan sabar dalam menghadapi cobaan Aku bukanlah seseorang yang mampu melawan saat mereka menyalahkan Aku hanya bisa diam Aku hanya bisa mengangguk patuh Berdiri lemas, tanpa seorangpun berada di sisiku Menatap kosong, tanpa apapun dalam pikiranku Mulut tak berbicara Telinga seolah tak berguna Aku berlari membawa diri Aku berteriak mencari jati diri Aku terisak mengetahui tak ada pertolongan Aku terjatuh menabrak dinding ketakutan Kosong Hampa Sepi Aku benci sendiri Aku benci untuk selalu tak dimengerti Aku benci untuk selalu diam namun dalam hati mencaci Aku benci kehidupan ini Satu-dua-tiga titik air mulai jatuh Tiga-dua-satu waktu mulai terhenti Berteriak, aku memaki Menangis, aku tersedu Marah, aku mengadu

Hujan

Image
Butiran-butiran air meluncur cepat menuju dataran Semua terdiam, terhenti Hanya lantunan lagu yang berbunyi Berbunyi memanjakan kedua telinga Semua tertidur pulas Semua sudah menyerah untuk menjadi pantas Berlayar ke alam mimpi Berlayar sampai ke tepi

Penawar Kebosanan

Image
(entah diambil kapan, tapi milikku kok) Sore hari yang indah. Sore hari yang tenang, namun kosong. Kosong karena bosan. Kosong karena hal yang terus aku lakukan. Terduduk di lantai masjid sambil berpikir tentang apa yang harus ku lakukan nanti. Waktu seakan menjadi kereta super patas. Waktu seakan menjadi jet super cepat. Tak terlihat. Tak terhentikan. Kebosanan yang terpupuk dalam diri seolah mencuat. Melebihi kesenangan hati yang terkurung dalam tempat gelap. Mencoba keluar namun waktu tak mengizinkan. Dia hanya memberi tumpangan pada kebosanan. Lalu menguasai diri ini. Lama menemukan solusi. Semua kebosan harus terhenti. Jenuh akan motivasi diri. Rapuh akan hausnya monopoli. Bergerak seperti robot. Menjalan perintah tanpa kreativitas. Duduk layaknya kursi. Berpikir layaknya CPU. Menulis layaknya keyboard. Lalu pergi tanpa ada yang diambil. Penawar yang aku cari. Sesuatu yang dapat membuat netral. Seperti garam dapur. Bukan positif. Bukan pula negatif.