Penawar Kebosanan
(entah diambil kapan, tapi milikku kok) Sore hari yang indah. Sore hari yang tenang, namun kosong. Kosong karena bosan. Kosong karena hal yang terus aku lakukan. Terduduk di lantai masjid sambil berpikir tentang apa yang harus ku lakukan nanti. Waktu seakan menjadi kereta super patas. Waktu seakan menjadi jet super cepat. Tak terlihat. Tak terhentikan. Kebosanan yang terpupuk dalam diri seolah mencuat. Melebihi kesenangan hati yang terkurung dalam tempat gelap. Mencoba keluar namun waktu tak mengizinkan. Dia hanya memberi tumpangan pada kebosanan. Lalu menguasai diri ini. Lama menemukan solusi. Semua kebosan harus terhenti. Jenuh akan motivasi diri. Rapuh akan hausnya monopoli. Bergerak seperti robot. Menjalan perintah tanpa kreativitas. Duduk layaknya kursi. Berpikir layaknya CPU. Menulis layaknya keyboard. Lalu pergi tanpa ada yang diambil. Penawar yang aku cari. Sesuatu yang dapat membuat netral. Seperti garam dapur. Bukan positif. Bukan pula negatif.